Feed on
Posts
comments

cm pengen teriak..

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrggggggggggghhhhhhhhhhhhhh….

tp tidak merasa lega..huh :(

dream..

“Psyches Dream” by Josephine Wall

121008

my dream comes true..

the dream in my sleep that i had a night before..

the dream that i have told to nobody..

the dream that i cant refuse to be true..

because it has truly amazed me..

-stuck-

blajar masukin foto

)

:)

 

 

KYAAAAAAAA..

anggun chaaaaaaaaaaaaann… trimakasiiiiiih…hehe…

di sini..

aku masih sendiri

sendiri dalam sepi

sepi yang amat sangat menghantui

menghantui kesetiaan yang ku harap abadi

dan

nyata aku merintih perih

merintih perih dalam sepi yang amat pedih

amat pedih karena harus bertaruh hati

hati yang kini sedang pergi

pergi menyelami memori

memori yang mungkin abadi

lalu

aku terus menerus meronta dalam hati

Dalam hati yang masih sepi

sepi karena kepercayaan sedang diuji

Diuji oleh sang memori

memori pencuri hati

……………………………………………………………………………………..

Tuhan..

di lutut ini kusandarkan

seluruh asa

seluruh pengharapan

seluruh kepercayaan

dan beri aku kedamaian malam ini

U_U

When you get caught in the rain
With nowhere to run
When you’re distraught
And in pain without anyone
When we keep crying out
To be safe
But nobody comes
And you feel so far away
That you just can’t find you way home
you can get there alone
it’s okay
once you say

I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I’ll make it through the rain

And if you keep falling down
Don’t you dare give in
You will arise safe and sound
So keep pressing on steadfastly
And you’ll find what you need to prevail
Once you say is

I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I make it through the rain

And when the wind blows
And shadows grow close
Don’t be afraid
There’s nothing you can’t face
And should they tell you
You’ll never pull through
Don’t hesitate
Stand tall and say
Yeah yeah yeahhhh

I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I’ll make it through the rain

I can make it through the rain
Can stand up once again
And I’ll live one more day, and I
I can make it through the rain
Oh yes, you can
You’re gonna make it through the rain.


:)

we’re gonna make it

Alhamdulillah. Senaaaaaaaaaaaaaaaang…hahaha….. :D

Day 5 (mati karena bosan)

Bangun. Tidur pagi. Bangun. Nonton TV. Tidur siang. Bangun. Nonton TV. Tidur malam. Bosan :(

….

Oke. Sedikit tentang penjelasan tentang hari ini. Sebenarnya saya sudah jenuh dan pengen pulang. Tapi belum memungkinkan karena papa masih belum pulih benar. Gak ada kerjaan. Pacar di sms susah nya setengah mati. Bikin tambah kesal. Untung pada akhirnya dia menelpon. Satu duri bisa lepas juga. Tinggal duri tanda pengen pulang banget yang masih menusuk-nusuk di jantung. Heu.

Day 4 (papa pulang)

Hari ini saya habiskan dengan:

Pagi: Mencuci

Siang: Menjemput papa pulang dari RS..Alhamdulillah….

Sore: Nonton TV

Malam:

Akhirnya, kami keluarga besar R. Rois, Alm. (nama kakek) dan Siti Aminah, Alm. (Nama Nenek) berkumpul untuk mengadakan do’a bersama. Namun yang spesial adalah, kami diceritakan tentang para leluhur oleh Uwa. Hmm.. dari gaya penyampaiannya sih seperti nya termasuk penting di daerah situ. Tapi yah apa daya, saya pun gak begitu kenal kondisi saat itu. Walhasil, saya pun ngantuk. Hmm.. Otak mulai tidak terkoneksi dengan apa yang diceritakan. Lalu, saya mulai melihat sekeliling.. Hahaha.. ternyata bukan saya aja yang tepar.. Sepupu-sepupu, bahkan tante-tante pun mulai ketiduran.. sungguh pemandangan lucu… haha..

Day 3 (gara-gara ketiduran)

Paginya saya agak linglung sebetulnya. Gak tahu harus ngapain, akhirnya saya menelpon mama. Setelah mendapat instruksi dari mama baru lah saya tahu harus ngapain.

-nyuci

-memastikan adik-adik makan

-ke RS

Di RS saya mendapati papa tengah di opnam. Bukannya ngobrol atau gimana, tapi sesampainya di sana saya malah ketiduran.

Bangun. HAH???? Hp udah gak ada. Kunci mobil juga gak ada. Dibawa mama prediksi saya. Mau sholat, nyari-nyari mukena. Gak ada juga. Papa masih tidur. Menelpon pake hp papa ke no.saya. Memastikan. Ternyata benar, mama semua yang pegang. Akhirnya saya Cuma bisa baca tabloid Bintang. Huh!!

Malamnya gentian. Mama jaga, saya pulang.

Paginya saya menelpon pacar, karena semalam kami mensudahi berbalas sms dengan sms terakhir yang kurang meng’enak’an (dasar pasangan yang sulit memang). Lalu kami pamit pulang kepada tuan rumah.. Melanjutkan silaturahmi ke:

Rumah 4: Uwa dari papa juga, yang di Talaga juga tp lupa yang no.berapa

Rumah 5: milik paman nya papa yang bersebelahan dengan rumah nenek

Rumah 6: milik nenek yang kini ditinggali oleh 2 keluarga saudaranya papa

Sebelum melanjutkan rute ke Ciamis-Tasik-Garut, kami berziarah terlebih dahulu, sekadar mengingatkan ada kehidupan setelah kehidupan di dunia yang sekarang.

Breeeeeeeeeeeeeeemmm…lanjuuuuut..

Tiba di Ciamis, janjian dengan keluarga Om disebuah tempat makan bakso yang cukup terkenal nampaknya, karena sangat penuh..berharap bisa bertemu dek Dinda, adik sepupu yang cukup ‚fenomenal’ dari keluarga papa..haha….tapi apa daya, dek Dinda ternyata tertinggal di Garut sana..tidak bersama ortunya yang pulang ke Ciamis rupanya…heu..

Jalan lagi. Sampailah di Garut sore hari. Tempat mama dilahirkan dan dibesarkan.

Hooo..ternyata belum semuanya kumpul. Jadinya belum terlalu rame. Berita sedihnya adalah kakak sepupu dari keluarga yang dari Bogor harus masuk rumah sakit karena tifus.

….

Ternyata papa juga dalam masalah. Masalah tahunan sebetulnya. Masalah ketika perut yang tadinya kosong karena puasa, tiba2 dijejali makanan dengan jenis macam-macam secara tiba-tiba. Malam makin larut. Tidur. Menjelang Tengah malam. Dan tiba-tiba…

Reeeeeeeeet…reeeeeeeeeett.. hp pun bergetar..miskol dari papa. Ditelp balik. Mama yang ngangkat. Astaghfirulloh..ternyata papa masuk RS juga. Dimintai mama untuk nyiapin ini itu untuk keperluan papa dan mama yang harus bermalam di RS. Lalu kemudian barang-barang tersebut saya berikan pada uwa dan om untuk kemudian diantarkan ke RS. Saya tidak bisa ikut karena harus mengurus adik-adik yang tertinggal di rumah Garut.

Lalu saya menelpon pacar. Mengais secercah pencerahan dan penenangan. And it works :)

« Newer Posts - Older Posts »